Oil Palm Bulletin No. 66 (May 2013) p8-12

Performance of SumBio Semi-clonal Progenies

Joko Handoko Hadi Prasetyo*, Baihaqi Sitepu*, Harry E Iswandar*, Jajan Djuhjana* and Stephen P C Nelson*

The increasing world demand for palm oil has generated rapid growth in the oil palm industry throughout the humid tropics and particularly in Indonesia and Malaysia. Sumatra Bioscience (SumBio) is selecting semi-clonal crosses for potential commercial planting to achieve higher yields and greater uniformity. The greater uniformity is because it is realistic to plant a single semi-clonal cross in one block rather than a mixture of seedling progenies. The planting of blocks of semi-clonal progenies provides the opportunity to improve management (harvesting and upkeep operations) and agronomic practices (optimize fertiliser recommendations for specific semiclonal crosses). There is also potential to exploit genotype x environment interactions and to select specific semi-clonal crosses for planting in certain environments.

SumBio has used tissue culture protocols to clonally propagate dura palms for semi-clonal seed production. The resulting dura clones are field planted and crossed with provisionally selected pisifera (as male) to produce semi-clonal tenera (dura x pisifera) crosses. Semi-clonal planting material is new to Indonesia and allows the oil palm industry to gain value from the advances in oil palm tissue culture without the risk of flowering abnormality.

This article reports the results of a trial which compared the performance of progenies produced from a dura clone with dura seedling material. The dura seedling material used was coming from the selfings of the palm which had been cloned.

Peningkatan permintaan terhadap minyak sawit dunia telah menjana pertumbuhan yang pantas dalam industri sawit di sekitar kawasan tropika Sumatra Bioscience (SumBio) sedang membuat pemilihan kacukan semi-klonal untuk penanaman komersial bagi mencapai hasil yang lebih tinggi dan lebih sekata. Kesekataan yang tinggi adalah lebih bermakna untuk menanam kacukan semiklonal dalam satu blok berbanding gabungan beberapa progeni anak benih. Penanaman blok progeni semi-klonal memberi peluang untuk mempertingkatkan pengurusan (penuaian dan operasi penyelenggaraan) dan amalan agronomi (pengoptimuman pengesyoran baja untuk kacukan semi-klonal yang spesifik). Di samping itu, terdapat juga potensi untuk mengeksploitasi interaksi genotip x persekitaran dan memilih kacukan semi-klonal yang spesifik untuk penanaman di persekitaran tertentu.

SumBio telah mengguna protokol kultur tisu untuk membiak pokok dura secara tampang untuk menghasil biji benih semi-klonal. Klon dura yang dihasil ditanam di ladang dan dikacuk dengan pisifera terpilih (sebagai jantan) untuk menghasil kacukan tenera semi-klonal (dura x pisifera). Bahan tanaman semi-klonal adalah baru di Indonesia dan membolehkan industri sawit mendapat nilai tambah dari kemajuan kultur tisu tanpa risiko keabnormalan dalam pembungaan.

Artikel ini melaporkan keputusan daripada percubaan yang membandingkan prestasi progeny yang terhasil dari klon dura dengan bahan dari anak benih dura. Anak benih dura yang diguna diperoleh dari penyendirian pokok yang telah diklon.


Keywords: , , , ,

Author information: